Manasik Haji Cilik

Manasik Haji Cilik

Judul ini cukup menggelitik, jika ditinjau dari segi etimologis kata-kata tersebut merupakan campuran antara Bahasa Arab dan Bahasa Indonesia, inisiasi cilik dan manasik haji menjadi sulit disatukan di negeri asalnya (Arab) kecuali di negeri Indonesia yang maksudnya adalah rangkaian pelatihan haji bagi anak.

Baru-baru ini, 27 Maret 2011, Yayasan Mutiara Sahid mengirimkan satu rombongan Manasik Haji Cilik ke asrama Pondok Gede. Tujuan acara tersebut untuk menanamkan spiritualitas kepada anak  didik kami  sejak dini.

Lihatlah dalam foto-foto berikut ini suasana kegembiraan dan kehangatan persahabatan dan pengalaman spiritual nampak jelas dari wajah-wajah cilik mereka. Kesucian diri dan kesalehan berpadu jadi satu.

Wisuda TPQ Mutiara Sahid

Mei 6, 2010 3 komentar

Wisuda tahun 2009

Festival Anak Taqwa V 2010

Yayasan Mutiara Sahid terpanggil untuk ikut menyemarakkan acara yang diadakan oleh Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Jakarta Timur di Anjungan Sulawesi Selatan Taman Mini Indonesia Indah Jakarta pada tanggal 28 Maret 2010. Acara yang disponsori oleh Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Kota Jakarta Timur ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan prestasi santri/wati MDTA sekaligus mensyiarkan pentingnya pendidikan agama di kota Jakarta.

Dengan menggunakan 1 bus Arion dan 1 minibus 65 orang peserta berangkat pkl. 07.00. Dengan membaca Bismillahirrohmanirrohim perjalanan dari Gedung Palad Pulogadung sampai di TMII dengan selamat. Acara yang diikuti oleh sekitar 4000 orang peserta ini dapat dibilang cukup sukses terbukti dengan jumlah kehadiran peserta dan antusias mereka mengikuti acara tersebut. Walaupun demikian tidak ditampik terdapat kekurangan disana sini.

Pada saat pulang, alhamdulillah Vicky Nur Fadilah salah satu siswa kami berhasil memenangkan lomba pidato dalam acara tersebut.

Viva forever …

Acara ini diikuti oleh sekitar 500 lembaga dari seluruh Madrasah Diniyah Takmiliyyah Awwaliyah Jakarta Timur.

FESTIVAL ANAK TAQWA 2010

Non Panti Sosial Asuhan Anak (NPSAA)

November 24, 2009 Tinggalkan komentar

NON PANTI ASUHAN

Kegiatan non panti asuhan dalam Yayasan Mutiara Sahid direncanakan dapat terwujud lebih baik pada tahun tahun mendatang. Saat ini pelaksanaan kegiatan Non Panti Sosial Asuhan Anak (NPSAA) selalu berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BKKKS dan Dinas Sosial Provinsi DKI maupun Non Goverment Organization (NGO) yang dapat bekerjasama dengan yayasan kami seperti Woman International Club (WIC), International Islamic Relief Organization (IIRO) maupun perusahaan-perusahaan swasta lainnya yang memiliki kesamaan perjuangan dengan yayasan kami.

Operasionalisasi yayasan dan segala hal yang berkaitan dengan perizinan organisasi telah diakui secara resmi oleh berbagai instansi terkait, seperti Akte Notaris yang diakui oleh Depkumham, Dinas Sosial DKI, BKKKS, Kelurahan dan Direktorat Pajak RI.

Pemberian santunan dan bea siswa terhadap yatim dan dluafa baru dapat dilaksanakan oleh yayasan sejak tahun 2003. Optimalisasi kegiatan ini sebenarnya dapat dilaksanakan dengan baik apabila dana yang tersedia di kas yayasan dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan bea siswa pelajar dan untuk menutupi kebutuhan program belajar dan mengajar di lingkungan yayasan mutiara sahid.

Maka Melalui media ini kami mengetuk pintu hati para dermawan untuk ikut serta bersama kami membantu mensukseskan program penyelenggaraan non panti sampai dapat didirikannya panti asuhan di tahun-tahun mendatang.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Mutiara Sahid

November 24, 2009 Tinggalkan komentar

MADRASAH DINIYAH

 

 

Wisuda Angkatan I MDT Mutiara Sahid

A. LATAR BELAKANG

Madrasah Diniyah didirikan semata-mata untuk ibadah, berdasarkan kebutuhan masyarakat kota yang terus berkembang, khususnya dalam memperoleh pengetahuan agama Islam. Madrasah diniyah Yayasan Mutiara Sahid yang berdomisili di Jl. H. Mad No. 38 Jati Pulogadung Jakarta ini telah direalisasikan pada tahun 2005 sebagai kelanjutan dari siswa-siswi Taman Pendidikan Al-Qur’an yang telah diwisuda dan tidak memperoleh fasilitas pendidikan agama Islam. Untuk periode pertama terdapat 25 orang siswa yang melanjutkan ke tingkat Madrasah Diniyah Mutiara Sahid. Saat ini jumlah siswanya telah mencapai 75 orang.

Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah dulu bernama madrasah Diniyah Awaliyah. Sebagai lembaga pendidikan yang memiliki ciri tersendiri peranan Madrasah Diniyah semakin penting, terutama dalam usaha memberi tambahan pendidikan dan pengajaran agama bagi anak-anak yang kurang mendapatkan pendidikan agama di sekolah-sekolah umum. Hal tersebut juga didasarkan pada kesadaran masyarakat bahwa perlu ditingkatkan pembinaan pendidikan agama melalui sistem penyajian yang baik dengan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal dan terencana.

Secara historis Madrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan pesantren yang sudah berakar sejak lama. Kalau dahulu pesantren atau madrasah diniyah identik dengan kampung dan desa, justru saat ini berbeda. Keberadaan Madrasah Diniyah di lingkungan perkotaan justru menjadi kebutuhan masyarakat kota yang sadar bahwa sisdiknas belum cukup mengakomodasi kebutuhan pendidikan agama anak-anak mereka, ditambah lagi bahwa mereka sadar kehidupan perkotaan penuh dengan tantangan dan ancaman terhadap moral anak bangsa. 

 

B. TUJUAN

Madrasah Diniyah ini didirikan untuk memenuhi hasrat orang tua agar anak-anak didik lebih banyak mendapatkan pendidikan agama Islam.

Adapun tujuan khusus Diniyah ialah: 1). Agar anak cinta terhadap Agama Islam dan berkeinginan untuk melakukan ibadah shalat dan ibadah lainnya. 2). Memiliki pengetahuan dasar tentang Agama Islam 3). Memiliki pengetahuan dasar tentang bahasa Arab sebagai alat untuk memahami ajaran Islam. 4). Dapat mengamalkan ajaran Islam.

C. KURIKULUM

Pelajaran yang disajikan pada madrasah Diniyah Awaliyah sesuai dengan pasal 8 peraturan menteri agama Nomor 3 tahun 1983 ialah: Al-Qur’an. Hadits, Terjemah, Tajwid, Aqidah akhlak, Ibadah syari’ah, Tarikh Islam, Bahasa Arab, Praktek Ibadah,

Taman Pendidikan Al-Qur’an

November 24, 2009 3 komentar

TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN

Taman Pendidikan Al-Qur’an merupakan bagian integral dari pembangunan negara bangsa. Partisipasi Pendidikan dan pemberantasan buta huruf aksara dan buta huruf al-Qur’an merupakan kewajiban pemerintah dan masyarakat yang harus digalakkan untuk mencapai cita-cita nasional yang diidam-idamkan oleh setiap komponen bangsa. Maka sudah sewajarnya bila pemerintah melalui Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri mengeluarkan Surat Keputusan Bersama No. 128 TAHUN 1982/44 A TAHUN 1982 tentang USAHA PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL QURÃN BAGI UMAT ISLAM DALAM RANGKA PENINGKATAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN AL QURÃN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Tugas mulia tersebut kemudian dilanjutkan dengan Instruksi Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) No. 02/Tahun 1989.

Peran serta pemerintah yang peduli membangun pengembangan program pemberantasan buta huruf al-Qur’an sepatutnya membangun sinergi dengan sentra-sentra pendidikan di masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan informal semacam itu. Dalam konteks tersebut kehadiran TPA MUSA sebagai lembaga pendidikan informal, memberikan manfaat besar bagi masyarakat di sekitarnya yang menyadari bahwa agama adalah tema sentral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk itulah jajaran pengurus TPA MUSA merasa ikut terpanggil untuk berkiprah langsung kepada kegiatan pemberdayaan umat dan pencerahan batin masyarakat melalui serangkaian kegiatan secara terorganisir dan terpadu dengan melibatkan berbagai potensi masyarakat, untuk mengentaskan masalah-masalah tersebut. Dengan mengembangkan program-program keagamaan yang terpadu dan sistematis maka dapat dipastikan bahwa pembentukan masyarakat madani yang beradab dan berkeadilan akan tercipta, insya Allah, aamien.

Selayang Pandang

November 24, 2009 Tinggalkan komentar

YAYASAN MUTIARA SAHID
I. Latar Belakang
Cita-cita seluruh rakyat Indonesia adalah menciptakan negara Indonesia yang makmur dan sejahtera. Mewujudkan cita-cita Indonesia yang makmur, sejahtera, gemah ripah loh jinawi, merupakan tanggung jawab semua komponen bangsa. Untuk mewujudkan Indonesia baru yang demokratis dan berkeadilan bukan tugas pemerintah semata, melainkan juga tanggung jawab masyarakat. Peran serta masyarakat, melalui proses pencerahan dan pemberdayaan masyarakat dituntut agar mereka memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk ikut mendukung setiap aktifitas pembangunan bangsa, baik pembangunan secara moril maupun materiel. Cita-cita luhur itu hanya dapat berhasil jika didukung Sumber Daya Manusia yang unggul dan berkualitas agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa, serta pengendalian Sumber Daya Alam secara tepat guna.

Untuk itulah Yayasan Mutiara Sahid (MUSA) yang berdomisili di kelurahan Jati Kecamatan Pulogadung ini merasa ikut terpanggil untuk berkiprah langsung kepada kegiatan pemberdayaan umat dan pencerahan batin serta pikiran masyarakat melalui serangkaian kegiatan secara terorganisir dan terpadu dengan melibatkan berbagai potensi masyarakat, untuk mengentaskan masalah-masalah sosial, kemiskinan maupun masalah perkotaan.

Secara resmi lembaga sosial ini menjadi Yayasan Mutiara Sahid setelah dicatat oleh Notaris Adam Kasdarmadji SH dan didaftarkan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada tahun 29 Agustus 2002. Kemudian terdaftar sebagai badan sosial pada Dinas Pembinaan Mental-Spiritual dan Kesejahteraan Sosial (DISBINTAL KESSOS) pada tahun 2002 dengan No. 02.50403.1117 dan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) DKI Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2002. Pada tanggal 13 Februari 2004 keberadaan lembaga ini ditingkatkan dari Kesbang Kotamadya Jakarta Timur ke Kesbang Propinsi dengan No. 27/STTPKO/Y/II/2004. Saat

Dengan bermodal semangat dan kerja keras lembaga sosial ini merangkak dari masa didirikannya, 5 Mei 1998 —hampir bersamaan dengan reformasi di Indonesia— sehingga saat ini telah mendirikan  Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Awwaliyah (MDTA), Non Panti Asuhan Anak (NPSAA) dan Majlis Taklim. Ke depan kami berharap Yayasan Mutiara Sahid dapat melebarkan dan mengembangkan aktifitasnya ke tingkat yang lebih baik lagi.